Tuesday, April 23, 2019

GWK


Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan sebuah patung raksasa karya salah satu pematung kenamaan asal Bali, Nyoman Nuarta. Patung ini berbentuk Batara Wisnu yang menunggangi hewan legendaris garuda sebagai simbol Amerta, kebajikan yang abadi.
Patung yang masih dalam tahap pengerjaan ini terbuat dari 4.000 ton tembaga dan kuningan. Menurut rencana, saat selesai dibuat, patung ini akan berdiri setinggi 150 meter dengan bentangan sayap garuda mencapai 64 meter. GWK akan menjadi patung terbesar di dunia.
Patung ini dibuat secara bertahap, bagian per bagian. Saat ini, terdapat tiga fragmen patung yang telah berdiri di tiga area yang terpisah. Bagian pertama adalah Patung Dewa Wisnu setinggi 23 meter yang saat ini ditempatkan di puncak tertinggi di kawasan Perbukitan Ungasan.
Patung kedua adalah Patung Garuda. Patung ini diletakkan di tengah area yang dinamakan Kolam Teratai (The Lotus Pond), yaitu area bertangga menurun dengan kotak-kotak batuan kapur raksasa di sisi kanan dan kirinya. Bagian ketiga adalah tangan dari Wisnu. Patung ini untuk sementara waktu ditempatkan di lokasi bernama Tirta Agung.

PANTAI KUTA


Pantai merupakan objek yang paling digemari para wisawatan selama berkunjung ke Bali. Pantai-pantai di Bali memang terkenal dengan keindahannya. Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Bali yang diapit oleh dua samudera. Dari sekian banyak pantai yang ada di pulau ini, ada satu pantai yang selalu ramai oleh para pelancong: Pantai Kuta.
Pantai Kuta terletak di bagian barat Pulau Bali, tepatnya di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Salah satu hal yang membuat pantai ini selalu ramai, selain karena keindahan yang dimiliki, adalah karena letaknya yang strategis. Pantai Kuta terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dari bandara menuju pantai, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Waktu tempuh tersebut akan bertambah sangat panjang pada saat-saat tertentu, seperti di musim liburan antara Bulan Juli-September. Pada periode tersebut, jalan menuju Pantai Kuta akan dipenuhi antrian mobil.

GOA GAJAH

Berkas:Pintu Masuk Goa Gajah.jpg

Goa Gajah adalah gua buatan yang berfungsi seperti tempat ibadah. Gua ini terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Berjarak kurang lebih 27 km dari Denpasar. UNESCO mencatat goa ini sebagai warisan dunia dalam daftar tentatif (menunggu kepastian) pada tanggal 19 Oktober 1995 dalam bidang kebudayaan. Penemuan Goa Gajah berawal dari laporan pejabat Hindia Belanda, LC.Hyting pada tahun 1923 yang menemukan arca Ganesha, Trilingga serta arca Hariti kepada pemerintah Hindia Belanda. Hal tersebut di tindak lanjuti oleh Dr.wf.Stutwrhiem untuk mengadakan penelitian lanjut pada tahun 1925. Pada tahun 1950 Dinas Purbakala RI melalui seksi-seksi bangunan purbakala di Bali yang dipimpin oleh J.L Karigman melakukan penelitian dan penggalian pada tahun 1954 sampai tahun 1979 dan ditemukanlah tempat petirtaan kuno dengan 6 buah patung wanita dengan pancuran air di dada dan sampai sekarang keberadaanya bisa dipercaya bisa memberikan vibrasi penyucian aura bagi pengunjung.Pada tahun 1931Mr. Conrat Spies menemukan pula peningalan yang cukup penting di komplek "tukad pangkung" berupa stupa bercabang tiga yang terpahat pada dinding batu yang telah runtuh tergeletak didasar tukad pangkung.
https://id.wikipedia.org/wiki/Goa_Gajah

TAMAN UJUNG BALI


https://i.ytimg.com/vi/hN9XhKxO2Yc/maxresdefault.jpg

HYY...., Guyysss, BALI terkenal akan keindahan alam dan tradisinya yang unik oleh karena itu BALI terkenal hingga ke seluruh Dunia. Selain tempat wisata yang terkenal seperti Pantai Kuta, Bali masih menyimpan banyak tempat wisata keren lainnya. Salah satunya yaitu Taman Ujung yang terletak di daerah Bali timur. Tempat ini memang tidak terkenal seperti tempat-tempat wisata seperti Pantai Kuta namun keindahan alamnya tidak kalah dengan keindahan tempat wisata yang sudah mendunia. Di Taman Ujung mata kalian akan dimanjakan dengan keindahan alam di sekitarnya. Tempat ini terletak di Tumbu, kec. kerangasem, kab. karangasem, Bali.

TANAH LOT


https://balicheapesttours.com/dummy/tanah-lot-bali.jpg


Pura Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.
Sejarah Pura Tanah Lot Bali Indonesia berdasarkan legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Niratha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.
Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya, sehingga penyebaran agama Hindu berhasil sampai ke pelosok – pelosok desa yang ada di pulau Bali.
Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.
Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, monotheisme.
Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.
Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.
Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang yang berada di tengah lautan.
Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.
Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.